RENDAHNYA
PENDIDIKAN DAN BUDAYA DI INDONESIA
Budaya merupakan
seperangkat nilai-nilai inti kepercayaan, standar, pengetahuan, moral hukum,
dan perilaku yang disampaikan oleh individu- individu dan masyarakat yang
menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan, dan memandang dirinya
serta orang lain. Artinya sebuah
perilaku atau tindakan untuk dirinya atau orang lain akan di dasari dengan
sebuah pengetahuan baik itu berupa kepercayaan atau moral yang sesuai dengan hukum.
Dengan kata lain segala tindakan yang kita lakukan harus sesuai dengan akal
yang sehat dan mengikuti aturan yang berlaku.
Indonesia
merupakan suatu negara yang kaya akan keanekaragaman suku dan budayanya. Lebih
dari 300 suku bangsa dengan ragam budaya di Nusantara. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa
dimana masing-masing suku bangsa tersebut memiliki perbedaan dan keunikan
baik dari segi bahasa daerah, adat istiadat, kebiasaan, dan berbagai hal lain
yang memperkaya keanekaragaman dari budaya Indonesia itu sendiri.
Keindahan dalam keberagaman inilah yang menjadi salah satu kebanggan bagi
masyarakat Indonesia. Namun karena merebaknya pengaruh budaya luar dan
globalisasi membuat kekayaan budaya Indonesia kian jarang diminati oleh generasi
muda.
Dengan
perkembangan zaman yang semakin pesat, budaya di Indonesia menjadi semakin
minim. Semakin berkembangnya zaman maka kebudayaan Indonesia pun menjadi
semakin tidak telihat begitu menarik bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan telah
banyak muncul konser-konser dari para band-band yang juga terpengaruh dari
budaya barat.
Berdasarkan
hal tersebut, kita sebagai salah satu generasi muda harus menjaga kelestarian
budaya yang telah dimiliki oleh negara Indonesia. Jangan sampai budaya yang
menjadi ciri khas atau identitas negara kita justru diakui oleh negara asing.
Terkadang kita sendiri memang tidak sadar telah mengabaikan banyak budaya lokal
dan justru tertarik mempelajari budaya luar.
Contoh
sederhana yang dapat kita ambil adalah lagu daerah dan tari daerah. Tari dan
lagu daerah adalah ciri khas budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Namun,
sangat sedikit generasi muda zaman sekarang yang hafal atau tahu akan tari
ataupun lagu daerah. Generasi sekarang justru lebih banyak menyerap budaya asing
yang belum tentu baik untuk diri sendiri. Generasi sekarang lebih hafal dengan
lagu manca negara dibandingkan dengan lagu daerah atau lagu nasional. Generasi
sekarang lebih banyak hafal dengan bahasa luar dibandingkan dengan bahasanya
sendiri. Lebih banyak anak yang tertarik untuk mencoba gaya busana luar
dibandingkan dengan gaya busana lokal.
Kelestarian budaya tergantung pada pola pikir
manusia itu sendiri untuk mempertahankan apa yang telah diwariskan oleh
leluhurnya. Indonesia yang kaya akan budaya di masing-masing daerah justru
memberikan suatu peluang besar untuk mendapatkan sebuah keuntungan yang
nantinya bisa membantu dalam pembangunan nasional. Dengan adanya budaya di
masing-masing daerah, menjadikan kita
lebih dekat, saling mengerti, dan akan muncul rasa gotong royong untuk satu
tujuan dalam melestarikan sebuah budaya kita ini.
Mengapa di
sekolah diberikan pelajaran seni dan budaya?. Hal ini diterapkan oleh pemerintah
agar nantinya mereka bisa mengerti dan mengetahui betapa indah dan pentingnya
budaya kita. Walaupun penanaman budaya Indonesia sudah diberikan sejak mereka
mengenyam pendidikan pertama di sekolah dasar, namun kedatangan budaya asing
membuat budaya Indonesia terpinggirkan. Dalam mengatasi ketidakadilan ini,
peran orang tua juga sangat dibutuhkan dalam mendidik anak dengan penanaman
cinta akan budaya hingga kelak bisa menjadi anak yang disiplin, cinta akan
tanah air, dan tidak terpengaruh oleh budaya asing.
Begitu
juga yang terjadi pada pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Indonesia masih
terlihat belum begitu merata. Bisa dilihat pada daerah-daerah pedalaman. Mereka
yang tinggal dipedalaman belum tentu mendapatkan pendidikan seperti yang
didapat oleh anak-anak kota. Banyak para siswa di daerah pedalaman yang tidak
mengenyam pendidikan sampai selesai bahkan ada juga yang tidak bersekolah
karena kurangnya sarana dan prasarana yang berada di daerah tersebut. Sarana pembelajaran juga turut
menjadi faktor semakin terpuruknya pendidikan di Indonesia terutama bagi
penduduk di daerah pedalaman tersebut. Namun, bagi penduduk di daerah pedalaman
tersebut yang terpenting adalah ilmu terapan yang benar-benar dipakai untuk
hidup dan kerja. Ada banyak masalah yang menyebabkan mereka tidak mendapatkab
pendidikan secara normal seperti kebanyakan siswa yang berada di perkotaan,
antara lain guru dan sekolah. Selain itu kurangnya pemerintah dalam memperhatikan
seluruh masyarakat yang berada dipedalaman. Seharusnya mereka juga dapat
memperoleh pendidikan yang layak sesuai dengan anak-anak kota.
Penyebab rendahnya kualitas
pendidikan di Indonesia secara umum yakni yang pertama adalah efektifitas
pendidikan di Indonesia. Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Salah
satu penyebab hal tersebut adalah tidak adanya tujuan yang jelas sebelum
kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Hal ini menyebabkan para siswa dan para
guru tidak tahu apa yang akan dihasilkan
setelah proses belajar mengajar sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas
dalam proses pendidikan. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa pendidikan
formal dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya
manusia Indonesia. Tidak peduli bagaimana hasil pembelajarannya Yang terpenting
adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap
hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu juga yang menyebabkan efektifitas
pengajaran di Indonesia sangat rendah.
Yang kedua yaitu efisiensi
pengajaran di Indonesia. Efisien adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari
suatu tujuan dengan proses yang lebih ‘murah’. Dalam proses pendidikan akan
jauh lebih baik jika kita memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik
tanpa melupakan proses yang baik pula. Beberapa masalah efisiensi pengajaran di
Indonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam proses
pendidikan, mutu para dewan guru dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang
efisiennya proses pendidikan di Indonesia yang juga berpengaruh dalam
peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik.
Solusi dari permasalahan tersebut
yakni dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem
pendidikan. Harapan yang dilakukan untuk pendidikan di Indonesia adalah
pendidikan bukan lagi sebatas kewajiban yang harus dilakukan namun juga menjadi
kebutuhan yang mampu mengubah sudut pandangnya dan berorientasi pada kualitas.
Tidak hanya dari para guru, tapi juga peserta didik, masyarakat, dan
lingkungan. Karena dengan mengutamakan kualitas, kemampuan individu menjadi
berkembang dan berguna untuk kemajuan bangsa. Para guru juga diharapkan agar
semakin kreatif dalam metode pembelajaran yang disampaikan kepada para
muridnya. Penyampaian materi semakin menarik dan menjadikan waktu-waktu belajar
bagi para murid menjadi waktu-waktu yang paling menyenangkan.
SINERGISITAS
PENDIDIKAN DAN BUDAYA
Oleh : Fahdina
Yahadiyana (15610043)
Krapyak 14 Mei 2016


Tidak ada komentar:
Posting Komentar