Rabu, 18 Mei 2016

ESAI KU



RENDAHNYA PENDIDIKAN DAN BUDAYA DI INDONESIA




Budaya merupakan seperangkat nilai-nilai inti kepercayaan, standar, pengetahuan, moral hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh individu- individu dan masyarakat yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan, dan memandang dirinya serta orang lain. Artinya sebuah perilaku atau tindakan untuk dirinya atau orang lain akan di dasari dengan sebuah pengetahuan baik itu berupa kepercayaan atau moral yang sesuai dengan hukum. Dengan kata lain segala tindakan yang kita lakukan harus sesuai dengan akal yang sehat dan mengikuti aturan yang berlaku.
Indonesia merupakan suatu negara yang kaya akan keanekaragaman suku dan budayanya. Lebih dari 300 suku bangsa dengan ragam budaya di Nusantara. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dimana masing-masing suku  bangsa tersebut memiliki perbedaan dan keunikan baik dari segi bahasa daerah, adat istiadat, kebiasaan, dan berbagai hal lain yang memperkaya keanekaragaman dari budaya Indonesia itu sendiri. Keindahan dalam keberagaman inilah yang menjadi salah satu kebanggan bagi masyarakat Indonesia. Namun karena merebaknya pengaruh budaya luar dan globalisasi membuat kekayaan budaya Indonesia kian jarang diminati oleh generasi muda.
Dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, budaya di Indonesia menjadi semakin minim. Semakin berkembangnya zaman maka kebudayaan Indonesia pun menjadi semakin tidak telihat begitu menarik bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan telah banyak muncul konser-konser dari para band-band yang juga terpengaruh dari budaya barat.
Berdasarkan hal tersebut, kita sebagai salah satu generasi muda harus menjaga kelestarian budaya yang telah dimiliki oleh negara Indonesia. Jangan sampai budaya yang menjadi ciri khas atau identitas negara kita justru diakui oleh negara asing. Terkadang kita sendiri memang tidak sadar telah mengabaikan banyak budaya lokal dan justru tertarik mempelajari budaya luar.
Contoh sederhana yang dapat kita ambil adalah lagu daerah dan tari daerah. Tari dan lagu daerah adalah ciri khas budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Namun, sangat sedikit generasi muda zaman sekarang yang hafal atau tahu akan tari ataupun lagu daerah. Generasi sekarang justru lebih banyak menyerap budaya asing yang belum tentu baik untuk diri sendiri. Generasi sekarang lebih hafal dengan lagu manca negara dibandingkan dengan lagu daerah atau lagu nasional. Generasi sekarang lebih banyak hafal dengan bahasa luar dibandingkan dengan bahasanya sendiri. Lebih banyak anak yang tertarik untuk mencoba gaya busana luar dibandingkan dengan gaya busana lokal. 
Kelestarian budaya tergantung pada pola pikir manusia itu sendiri untuk mempertahankan apa yang telah diwariskan oleh leluhurnya. Indonesia yang kaya akan budaya di masing-masing daerah justru memberikan suatu peluang besar untuk mendapatkan sebuah keuntungan yang nantinya bisa membantu dalam pembangunan nasional. Dengan adanya budaya di masing-masing daerah,  menjadikan kita lebih dekat, saling mengerti, dan akan muncul rasa gotong royong untuk satu tujuan dalam melestarikan sebuah budaya kita ini.
 Mengapa di sekolah diberikan pelajaran seni dan budaya?. Hal ini diterapkan oleh pemerintah agar nantinya mereka bisa mengerti dan mengetahui betapa indah dan pentingnya budaya kita. Walaupun penanaman budaya Indonesia sudah diberikan sejak mereka mengenyam pendidikan pertama di sekolah dasar, namun kedatangan budaya asing membuat budaya Indonesia terpinggirkan. Dalam mengatasi ketidakadilan ini, peran orang tua juga sangat dibutuhkan dalam mendidik anak dengan penanaman cinta akan budaya hingga kelak bisa menjadi anak yang disiplin, cinta akan tanah air, dan tidak terpengaruh oleh budaya asing.
Begitu juga yang terjadi pada pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Indonesia masih terlihat belum begitu merata. Bisa dilihat pada daerah-daerah pedalaman. Mereka yang tinggal dipedalaman belum tentu mendapatkan pendidikan seperti yang didapat oleh anak-anak kota. Banyak para siswa di daerah pedalaman yang tidak mengenyam pendidikan sampai selesai bahkan ada juga yang tidak bersekolah karena kurangnya sarana dan prasarana yang berada di daerah tersebut. Sarana pembelajaran juga turut menjadi faktor semakin terpuruknya pendidikan di Indonesia terutama bagi penduduk di daerah pedalaman tersebut. Namun, bagi penduduk di daerah pedalaman tersebut yang terpenting adalah ilmu terapan yang benar-benar dipakai untuk hidup dan kerja. Ada banyak masalah yang menyebabkan mereka tidak mendapatkab pendidikan secara normal seperti kebanyakan siswa yang berada di perkotaan, antara lain guru dan sekolah. Selain itu  kurangnya pemerintah dalam memperhatikan seluruh masyarakat yang berada dipedalaman. Seharusnya mereka juga dapat memperoleh pendidikan yang layak sesuai dengan anak-anak kota.
Penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia secara umum yakni yang pertama adalah efektifitas pendidikan di Indonesia. Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Salah satu penyebab hal tersebut adalah tidak adanya tujuan yang jelas sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Hal ini menyebabkan para siswa dan para guru tidak tahu  apa yang akan dihasilkan setelah proses belajar mengajar sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam proses pendidikan. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa pendidikan formal dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia. Tidak peduli bagaimana hasil pembelajarannya Yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu juga yang menyebabkan efektifitas pengajaran di Indonesia sangat rendah.
Yang kedua yaitu efisiensi pengajaran di Indonesia. Efisien adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih ‘murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Beberapa masalah efisiensi pengajaran di Indonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam proses pendidikan, mutu para dewan guru dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia yang juga berpengaruh dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik.
Solusi dari permasalahan tersebut yakni dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Harapan yang dilakukan untuk pendidikan di Indonesia adalah pendidikan bukan lagi sebatas kewajiban yang harus dilakukan namun juga menjadi kebutuhan yang mampu mengubah sudut pandangnya dan berorientasi pada kualitas. Tidak hanya dari para guru, tapi juga peserta didik, masyarakat, dan lingkungan. Karena dengan mengutamakan kualitas, kemampuan individu menjadi berkembang dan berguna untuk kemajuan bangsa. Para guru juga diharapkan agar semakin kreatif dalam metode pembelajaran yang disampaikan kepada para muridnya. Penyampaian materi semakin menarik dan menjadikan waktu-waktu belajar bagi para murid menjadi waktu-waktu yang paling menyenangkan.











SINERGISITAS PENDIDIKAN DAN BUDAYA
Oleh : Fahdina Yahadiyana (15610043)
Krapyak 14 Mei 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar